6 Mitos Berbahaya tentang Keamanan Listrik

Semua orang menggunakan listrik tetapi hanya beberapa orang (mungkin kurang dari 10%) yang benar-benar memahaminya. Hal ini berpotensi menimbulkan bahaya karena listrik dapat membunuh atau melukai. Menggabungkan bahaya yang melekat listrik dengan mitos yang mengelilinginya, hal itu menjadikan situasi yang lebih meresahkan, jika kita tidak mengetahui fakta yang sebenarnya. Untuk meningkatkan keamanan terkait kelistrikan, berikut adalah beberapa mitos listrik yang perlu untuk anda ketahui.

Mitos 1: Sarung tangan karet dan sepatu karet bersol merupakan isolator yang baik. Hanya jika mereka terbuat dari 100% karet. Untuk membuat sarung tangan dan sepatu yang lebih nyaman dan tahan lama, perusahaan produsen kadang memberikan campuran zat adiktif yang membuat “karet” dalam dua produk ini menjadi konduktor yang baik daripada isolator.

Mitos 2: Kayu adalah isolator yang baik. Kayu, meskipun tidak tergolong konduktor yang sangat baik, ia masih merupakan konduktor. Tapi listrik tegangan tinggi tidak memiliki masalah bergerak melalui kayu. Ketika kayu tersebut dalam kondisi yang lembab, hal itu akan berubah menjadi konduktor yang sangat baik, bahkan pada tegangan rendah. Jadi berhati-hatilah ketika menggunakan tangga kayu di sekitar jaringan listrik.

Mitos 3: Ban merupakan isolator listrik yang baik. Ban adalah konduktor listrik, tidak isolator. Memang benar bahwa Anda aman di dalam kendaraan Anda ketika kabel hidup jatuh di atasnya. Tapi itu karena listrik selalu berupaya jalan termudah menuju tanah. Jika Anda tetap dalam kendaraan, jalur listrik akan berada di luar kendaraan, melalui ban, dan ke dalam tanah. Selama kita tidak memberikan jalan ke tanah melalui tubuh kita, listrik tidak akan memasukinya. Jadi, ketika sebuah kabel listrik jatuh pada kendaraan Anda, Anda harus tinggal di dalam kendaraan sampai bantuan tiba dan sumber listrik dimatikan matikan oleh pihak yang berwenang. Jika Anda harus keluar dari mobil Anda karena situasi yang mengancam jiwa, lompat keluar dengan kedua kaki bersama-sama, dan pastikan bahwa Anda tidak menyentuh bagian manapun dari kendaraan ketika kaki Anda menyentuh tanah.

Mitos 4: Semua kabel listrik terisolasi dengan baik. Faktanya, 90% dari kabel listrik yang ada di luar tidak terisolasi. Mereka mungkin memiliki lapisan pelindung cuaca, tetapi tidak memberikan insulasi atau perlindungan dari sengatan listrik. Bahkan bagian isolator dari kabel bisa “menghilang” setelah terkena efek cuaca selama bertahun-tahun.

Mitos 5: Ketika kabel listrik jatuh ke tanah, listrik secara otomatis ia akan mati. Dalam kebanyakan kasus ketika kawat jatuh ke tanah, mendarat pada bahan yang konduktor yang buruk seperti aspal. Ketika ini terjadi, sistem perusahaan distributor daya listrik hanya melihat permintaan meningkat untuk listrik, bukan sirkuit yang rusak. Sehingga listrik yang ada di kawat masih aktif dan belum mati. Sehingga Anda tetap perlu hati-hati memperlakukan kabel listrik yang jatuh ke tanah.

Mitos 6: Bila kabel hidup jatuh, akan membuat percikan api. Saluran listrik akan menimbulkan percikan jika mereka jatuh dan tidak melakukan kontak dengan tanah atau bahan konduktif lainnya. Tapi kabel yang jatuh dan membuat kontak dengan tanah seringkali tidak menimbulkan adanya suara ataupun percikan api. Sekilas, ia akan telihat seperti kawat mati. Jangan pernah menyentuh kabel tersebut, dan tunggu hingga personel yang berwenang sudah mematikan daya dan menyatakan bahwa kondisi kabel tersebut sudah non aktif dan aman.

Demikian informasi dari kami, semoga bermanfaat.

Source: //www.indonesiasafetycenter.org/knowledges/6-mitos-berbahaya-tentang-keamanan-listrik

ISC Safety School Surabaya mengadakan
Teknisi K3 Listrik
pada tanggal  20 – 24 November 2017

(Fix Running)
berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A
Gayungan – Surabaya
Segera Daftarkan diri anda ke Contact Person Kami
Ardy | [email protected] | 08111798354

2 Responses to “6 Mitos Berbahaya tentang Keamanan Listrik”

  1. juniarto says:

    posting yang sangat bagus, bahkan para teknisi listrik bersertifikatpun masih ada yg terpengaruh mitos-2 tersebut.