Strategi yang diterapkan perusahaan minyak dalam produksi juga akan berpengaruh besar pada tren harga minyak dunia. Ambil contoh penggunaan teknik fracking untuk mengeksplorasi minyak shale di AS dan praktek “fracklog” (“menyimpan minyak” di lokasi eksplorasi) yang berpotensi melemahkan harga minyak dunia akibat melimpahnya produksi dan inventory.
Tak kalah berpengaruh juga adalah kondisi perusahaan-perusahaan di dalam industri itu sendiri. Katakanlah terjadi kebangkrutan massal akibat harga minyak dunia kelewat murah, maka itu secara otomatis akan memangkas suplai dan membuat harga meningkat.
4. Permintaan Minyak Global
Sebagai salah satu jenis komoditas yang diperdagangkan di tingkat internasional, harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh kuat-lemahnya permintaan (demand). Tetapi bagaimana mengukur permintaan global?
Adakah yang menyediakan data tersebut? Mengukur secara pasti dan menghasilkan angka-angka tertentu jelas tidak memungkinkan. Meski begitu, para analis bisa membuat estimasi berdasarkan beberapa faktor yang membentuk permintaan minyak dunia.

Diantara faktor-faktor tersebut ada tingkat industrialisasi, pertumbuhan ekonomi dunia, penjualan kendaraan bermotor, dan lain-lain.
Tak berlebihan jika dikatakan bahwa penggunaan minyak sebagai sumber energi utama dunia didorong oleh industrialisasi. Semakin banyak industri di suatu negara, semakin besar pula sumber energi yang dibutuhkannya.
Dalam konteks yang sama, pertumbuhan ekonomi juga akan mendorong meningkatnya permintaan minyak. Sebaliknya, apabila ekonomi dunia melambat, maka permintaan minyak akan turun, seperti yang telah terjadi pada paruh kedua tahun 2014.
Ini bisa dipahami dengan mudah melalui satu contoh: penjualan kendaraan bermotor. Setelah industrialisasi terjadi dan ketika pertumbuhan ekonomi bagus, penjualan kendaraan bermotor tentunya akan terus meningkat.
Padahal penggunaan kendaraan bermotor saat ini sebagian besar masih membutuhkan bahan bakar minyak. Jika hal ini terjadi, maka tentunya harga minyak dunia akan naik bersama dengan peningkatan permintaan.
5. Perkembangan Teknologi dan Penemuan Baru
Penemuan-penemuan baru terkait eksplorasi minyak, seperti pengembangan metode fracking untuk mendapatkan minyak Shale akan cenderung menurunkan harga minyak. Begitu pula penemuan lokasi cadangan minyak baru serta perluasan eksplorasi minyak oleh perusahaan-perusahaan minyak multinasional. Ini karena penemuan-penemuan baru semacam ini membuka peluang untuk meningkatnya suplai minyak di masa depan.
Dalam hal ini, pengembangan teknologi baru yang memungkinkan biaya eksplorasi, biaya produksi, dan biaya distribusi lebih murah, juga akan membuat harga minyak dunia jadi lebih rendah. Ini khususnya bila praktek-praktek tersebut tersebar luas diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan minyak.
Termasuk dalam kategori ini juga, penelitian-penelitian biofuel dan bahan-bahan lain yang berpotensi menjadi substitusi minyak bumi sebagai sumber energi utama Dunia akan mendorong harga minyak makin rendah karena permintaan minyak masa depan diproyeksikan berkurang.
Secara umum, harga minyak dunia sebagai komoditas ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedua hal itu akan mempengaruhi harga minyak dunia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Meski faktor-faktor tersebut tidak bisa diukur dengan mudah karena pasar yang jelas global dan banyaknya ketidakpastian, tetapi estimasi bisa dilakukan dengan mengobservasi perkembangan terkini. Selain itu, perlu dicatat juga bahwa pasar yang seperti itu rentan spekulan dan permainan harga.
Source : http://www.seputarforex.com/









