Surabaya – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir jumlah produksi padi nasional sepanjang tahun 2015. Data BPS menunjukan kapasitas produksi gabah gering giling (GKG) menembus angka 75,36 juta ton.
Dengan kata lain, menurut angka sementara (asem) BPS, terjadi peningkatan sekitar 6,37 persen atau 4,51 juta ton dibanding tahun 2014
yang hanya 70,85 juta ton GKG.
“Lonjakan produksi 4,51 juta ton ini terjadi karena luas panen tahun 2015 meningkat 2,31 persen dari sebelumnya pada 2014 tercatat sebesar 13,8 juta hektare (ha) menjadi 14,11 juta ha,” Ungkap Kepala BPS Suryatmin, Selasa (1/3).
Untuk periode Januari-April 2015, kata Suryamin, BPS mencatat produksi padi sebesar 33,06 juta ton. Naik 4,73 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 31,57 juta ton.
Pada periode selanjutnya atau Mei-Agustus 2015, jumlah produksi meningkat sebesar 13,26 persen atau menjadi 25,78 juta ton dari sebelumnya 22,76 juta ton. Sementara September-Desember, meningkat 0,01 persen dari sebelumnya 16,525 juta ton menjadi 16,527 juta ton.
“Jadi sepanjang September-Desember luas panen padi mengalami penurunan, namun terkompensasi oleh kenaikan produktivitas. Sehingga pengaruh El Nino tidak kelihatan,” tegas Suryatmin.
Adapun wilayah yang mengalami kenaikan produktivitas pada 2015 antara lain adalah Aceh naik sebanyak 510,98 ribu ton, Sumatera Selatan 577,49 ribu ton, Jawa Timur 757,92 ribu ton dan yang tertinggi adalah Jawa Tengah 1,65 juta ton.
Sementara daerah yang mengalami penurunan adalah Jambi sebesar 123,23 ribu ton, Kalimantan Barat 128,21 ribu ton dan yang mengalami penurunan terbesar adalah Jawa Barat sebesar 271,67 ribu ton.
Sumber: http://www.jawapos.com/







