Diversifikasi Produk Tekstil Untuk Konstruksi Berpeluang Bagi Industri

tekstilJakarta – Kementerian Perindustrian mulai mendorong diversifikasi produk tekstil untuk memproduksi produk non sandang, yaitu technical textile dan geotextile.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian Muhdori mengatakan produk technical textile dan geotextile perlu dikembangkan mengingat meningkatnya proyek infratruktur dalam negeri.

Industri tidak hanya memproduksi barang sandang. Misalnya geotekstil yang digunakan untuk pembangunan jalan tol sebelum proses pengecoran. Selain itu, technical textile digunakan untuk kepentingan barang teknik seperti pemadam kebakaran sebagai pembungkus pipa, katanya pada Bisnis, Senin (2/5).

Dia mengatakan kedua produk yang masuk kategori non woven tersebut saat ini kebanyakan masih dipenuhi dari impor.
Menurut data Kemenperin, kapasitas non woven dalam bentuk kain mencapai 150 ribu ton dengan realisasi produksi sebesar 115 ribu ton, sedangkan volume impor dalam bentuk polyester mencapai 131 ribu ton.

Namun, hingga saat ini Kemenperin belum secara khusus menargetkan pengembangan produk tekstil non sandang.

“Ya dijalankan saja, tidak perlu roadmap. Saat ini pabrik di Bandung, Hastek, sudah siap memproduksi dua produk tadi. Targetnya, persiapan untuk pembangunan infrastruktur untuk kedua produk bisa dipenuhi dalam negeri mulai tahun ini.” , ujarnya.

 

 

Sumber: http://industri.bisnis.com/