Framework IT Governance yang Baik

Saat ini tidak adanya kesepakatan mengenai seperti apa itu  IT Governance yang baik. Layanan perusahaan multinasional, asosiasi IT Profesional seluruh dunia dan universitas terkemuka telah mempertimbangkan dengan berkontribusi, membuat beberapa kesepakatan, tapi tidak sedikit  juga terjadi pertentangan. Tapi perusahaan-perusahaan berhasil mengimplementasikan tata kelola dan menyadari nilai yang baik dari investasi IT dan peningkatakan daya saing perusahaan mereka.

Tak perlu dikatakan lagi, tidak adanya kesepakatan membuat hal ini menjadi sulit untuk menetapkan yang mana real atau hanya conceptual framework yang baik untuk perusahaan anda. Kesulitan ini diperparah dengan kemampuan yang “unik”, budaya, struktur dan tujuan, serta kekurangan dari perusahaan anda.

TIGA BIDANG PRAKTEK UNGGULAN

Perusahaan yang memiliki IT Governance yang lebih matang pasti telah membuat komitmen untuk keunggulan di area strategic decision making, manajemen investasi IT dan kontrol yang efektif untuk IT value delivery. Ini suatu hal yang tidak mudah untuk dicapai. Meskipun melalui komitmen tersebut , sebuah perusahaan akan dapat memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan bisnis, meningkatakan pendapatan dan meningkatkan fleksibiltas bisnis.

  • Strategic decision making adalah komitmen perusahaan untuk memutuskan tujuan strategis secara keseluruhan dan apa peran teknologi dalam mendukung tujuan tersebut serta menyelaraskan inisiatif untuk tujuan bisnis dan tujuan IT.
  • IT investment management komitmen perusahaan untuk berkomunikasi dengan komunitas bisnis IT serta menggunakan langkah-langkah yang jelas untuk membuat keputusan serta fokus pada kontribusi yang bernilai dan membuat keputusan sulit untuk menentukan proritas.
  • Effective value delivery controls merupakan sebuah proses dan alat perusahaan untuk mengelola resiko, menyadari manfaat dan pemenuhan dengan kewajiban regulasi

Strategi

Framework IT Governance yang baik untuk seluruh industri terkemuka menekankan pentingnya menerapkan strategi bisnis dalam memilih bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mengoptimalkan nilai bisnis dari investasi IT dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan IT. keputusan strategis membantu fokus dan menetapkan prioritas yang jelas untuk investasi IT dan manajemen bisnis. Mengambil keputusan strategis bukan berarti bahwa suatu perusahaan mempercayakan pada suatu arahan.

Ada beberapa faktor untuk dipertimbangkan ketika menyusun strategi IT Governance:

  • Integrasi dengan strategi perusahaan. Strategi tata kelola perusahaan yang efektif memungkinkan perusahaan untuk mengelola semua aspek bisnis dalam rangka untuk memenuhi tujuannya. Perusahaan harus menyediakan framework IT Governance yang baik untuk strategi dan saat mengambil keputusan. Artinya, setiap pendekatan IT Governance harus diintegrasikan ke dalam proses tata kelola secara keseluruhan.
  • Memiliki kematangan di struktur organisasi. Keefektifan dari komite dan dewan penasihat IT Governance secara langsung dipengaruhi kepemimpinan bersama, keterlibatan anggota dan penerapan peran dan tanggung jawab yang jelas. Kematangan dalam pengambilan keputusan dengan proses yang cepat dan menurangui ketidakefektivan pada tata kelola.
  • Keseimbangan antara supply dan demand. Dampak dari kebutuhan perusahaan dan bisnis pada supply dan demand dari IT adalah memahami dan melayani IT dengan kemampuan untuk membuat keputusan dan mendukung bisnis lebih baikdan menyampaikan kembali nilai bisnis. Kuncinya adalah untuk menyeimbangkan inovasi, kontrol dan risiko.

INVESTASI

Ketika strategi mendominasi Framework IT Governance Yang Baik , bersaing dengan kerangka industri mulai berbeda pada titik tertentu di mana perusahaan mulai menerapkan pilihan yang strategis. Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 76% dari investasi IT yang gagal untuk mencapai return on investment (ROI) yang dijanjikan. Sebagian besar kekurangan ini dapat dicegah melalui investasi yang berfokus untuk menghentikan kebocoran nilai. Sangat penting memiliki strategi untuk memaksimalkan hasil bisnis proyek IT dan kepercayaan dalam mengkualifikasi nilai bisnis dalam pendanaan proyek IT yang diinginkan.

Seperti investasi portofolio yang baik, investasi IT Anda harus terstruktur dengan baik, beragam dan dirancang untuk memaksimalkan nilai Anda. Ada beberapa faktor kunci untuk dipertimbangkan ketika menyusun manajemen investasi IT Anda:

  • layanan IT, investasi dan penilaian proyek. organisasi jelas perlu mendefinisikan nilai yang ditempatkan pada layanan dan investasi IT dan bagaimana nilai ini terhubung kestrategi utama. Proses penilaian perlu mempertimbangkan risiko di samping langkah lainnya. proses investasi yang efektif terlihat untuk menyeimbangkan risiko bisnis yang baik dengan nilai potensial yang semakin bertambah.
  • Set standar. Untuk fokus pada pengukuran nilai yang benar-benar menjadi persoalan, organisasi perlu berpindah dari pehaman yang sederhana, namun untuk menghitung pengukuran seperti ROI. Ukuran penilaian akan berbeda berdasarkan pada jenis industri dan tujuan bisnis. Untuk mengukur kinerja benchmark, setiap perusahaan perlu menggunakan standar terminologi dan metrik yang memungkinkan melakukan perbandingan investasi yang efektif dan memberikan kemampuan untuk mengukur nilai yang disampaikan secara berkelanjutan.
  • Portofolio Investasi IT. Menggunakan pemahaman mengenai nilai yang diciptakan atau dikelola oleh layanan dan investasi IT untuk membuat keputusan berdasarkan penilaian-mengenai isi dari portofolio, dirancang untuk memberikan dukungan besar untuk strategi perusahaan.

Value Delivery Controls

Dalam rangka mewujudkan nilai dari portofolio, perusahaan membutuhkan kontrol tata kelola yang efektif. Hal ini begitu penting untuk memastikan keselarasan banyaknya portofolio dalam melakukan pengambilan keputusan dari hari ke hari, pelaksanaan project dan arah strategis secara keseluran serta nilai bisnis.

Ada beberapa faktor kunci yang dipertimbangkan ketika menyusun proses IT Governance :

  • Pemenuhan. Integrasi risiko, complience dan kewajiban regulasi dari suatu perusahaan memastikan bahwa bisnis dan IT secara teratur menilai dan melaporkan risiko yang berkaitan dengan IT dan dampak organisasi mereka. Selain itu, organisasi yang matang akan menggunakan teknologi untuk membantu mengelola dan mengotomatisasi complience dan kewajiban regulasi.
  • Grow and Transform. Struktur tata kelola yang baik akan mempercepat pengambilan keputusan yang efektif atas pertumbuhan investasi.
  • Implementasi. Memastikan keselarasan akan terus berjalan setiap harinya dengan strategi IT, proses tata kelola namun fleksibel dengan peran dan tanggung jawab yang jelas. Hal ini juga penting untuk memilih orang yang tepat dan bertanggung jawab.

Framework IT Governance yang baik membutuhkan kematangan yang cukup, secara keseluruhan memiliki struktur tata kelola yang stabil dan kuat, yang berfungsi dengan baik komite dan Dewan. Fokusnya pada hasil pencapaian dan membantu stakeholders mengarahkan melalui tantangan finansial dan implementasi. Meningkatkan penciptaan nilai dengan mendapatkan hasil maksimal dari portofolio, membuat keputusan sulit tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya yang terbatas di antara semua potensi yang menjadi peluang.

Sumber: //itgid.org/framework-governance-yang-baik/