Musim Hujan Picu Hewan Liar Masuk Pemukiman, Ini Cara Menanggulanginya

Musim penghujan yang dapat menjadi salah satu pemicu dampak lingkungan seperti tanah longsor dan kebanjiran juga akan berpengaruh pada kehidupan hewan liar. Kerusakan-kerusakan alam yang diakibatkan setelahnya bisa membuat hewan liar kalang kabut, hingga masuk mencari perlindungan ke lingkungan hidup manusia.

hewan liar di musim penghujan

Hal tersebut tentu saja berbahaya bagi manusia. Rasa takut saja tidak mungkin dapat mengatasi perilaku hewan tersebut selanjutnya. Apa lagi, bila tak tahu harus berbuat apa, lalu justru menyakiti hewan-hewan yang mencari suaka tersebut. Untuk itu, kita perlu mengetahui cara-cara untuk menanggulangi hewan liar yang masuk ke lingkungan sekitar tersebut.

Jangan langsung bergerak menolongnya apalagi berniat memeliharanya

Hal yang pertama perlu dipahami adalah hewan liar berasal dari alam bebas seperti hutan dan daerah lain yang tak terjamah oleh kehidupan manusia sehari-hari. Hal tersebut menjadi sebuah prinsip utama dalam bersikap kepada hewan liar, bahwa ada insting berbeda yang terbangun antara manusia dan hewan. Oleh karena itu, manusia tidak bisa sembarangan dalam memberikan pertolongan kepada hewan yang masuk ke lingkungan hidupnya. Bahkan, jangan pernah berasumsi bahwa hewan liar tersebut membutuhkan pertolongan manusia untuk bisa hidup, apapun jenis dan ukurannya.

Hal ini bisa menjadi pengecualian jika hewan yang ditemukan sedang dalam masalah yang terlihat nyata, seperti terluka dan meraung kesakitan. Namun, kita tidak bisa langsung serta merta menolongnya. Kita butuh riset dan mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum memberikan pertolongan. Jangan lupa pula untuk memakai sarung tangan dan perlengkapan keamanan, karena bisa saja hewan tersebut menyerangmu jika merasa terancam.

Begitu memberi pertolongan yang seadanya itu, jangan lupa untuk memahami apa yang terjadi pada hewan tersebut. Meskipun kita awam, cobalah untuk memahami bahasa tubuh hewan tersebut. Apakah dia merasa lebih baik atau semakin tersiksa.

Untuk itu, memberi pertolongan saja tidak dianjurkan, apa lagi berniat memeliharanya. Memeliharanya adalah sikap yang justru tidak menolongnya, tapi sebaliknya akan membuatnya semakin terancam karena ketidaknyamanan. Ingat, tempat terbaik mereka adalah habitat aslinya di alam bebas.

Jangan terlalu takut, hewan liar belum tentu menyakiti manusia

Di samping menolong dan memelihara hewan liar yang terdampar ke lingkungan hidup manusia, kita tidak dianjurkan berada terlalu dekat karena kehadirannya juga bukan sikap yang bijak. Sikap tersebut akan memberikan dampak pada kekhawatiran dan pengambilan tindakan yang membahayakan hewan tersebut dan juga diri sendiri.

Rasa takut itu hadir karena berpikir bahwa setiap hewan liar akan menyakiti manusia, padahal belum tentu. Apa yang mereka lakukan, adalah ekspresi ketidaknyamanan terhadap kondisi mereka, atau sikap kita sendiri. Maka kita harus tetap bersikap tenang akibat manusia juga akan merasa takut karena berpikiran hewan liar tersebut berpenyakit rabies. Sehingga kita tetap harus waspada dengan memakai sarung tangan dan perlengkapan lainnya.

Langkah terbaik adalah menghubungi ahlinya

Dari pada berkutat pada asumsi antara keinginan memelihara dan ketakutan akan bahaya hewan liar tersebut, lebih baik segera menghubungi pihak yang lebih memahami. Kita bisa segera melapor kepada lembaga perlindungan alam dan satwa liar, atau mengontak dokter hewan terdekat. Hal itu lebih aman karena kita tak perlu kerepotan dalam urusan yang bisa berlarut-larut bila ternyata salah penanganan. Bila hewan liar tersebut terlihat ketakutan atau kesakitan, dokter hewan bisa segera menanganinya.

Sementara jika hewan liar tersebut terlihat mengancam  atau membahayakan, lembaga perlindungan satwa liar akan punya cara untuk mengamankannya. Untuk berjaga-jaga, kita sangat dianjurkan juga untuk menyimpan nomor kontak para pakar tersebut sebelum terjadi sesuatu di alam sekitar akibat perubahan iklim. Begitu mendapati masalah terkait hewan liar, segeralah menghubungi nomor-nomor tersebut.

Mencegah hewan liar masuk lingkungan manusia

Sikap terbaik sebelum berhadapan dengan hewan liar yang tersesat adalah mencegahnya, yaitu memahami hal-hal yang mungkin diincar oleh satwa-satwa tersebut. Setidaknya ada tiga aspek penting yang selalu menjadi target hewan tersebut untuk merasa aman: makanan, air dan tempat berlindung. Tiga aspek tersebut harus sangat diperhatikan agar tidak mengundang kedatangan hewan-hewan, sebagai berikut;

  1. Makanan

Kita dianjurkan untuk memeriksa seluruh makanan dan bahan makanan yang ada di rumah. Bukan hanya yang disimpan di lemari es atau tempat penyimpanan di dalam rumah, tapi juga yang tertanam di pekarangan seperti buah-buahan yang jatuh dari pohonnya.

Bahan makanan berupa daging atau ikan selalu mengundang ketertarikan hewan karena berbau amis. Begitu tersasar di lingkungan rumah kita, penciuman tajam mereka akan mengarah ke makanan tersebut. Maka, langkah terbaik adalah menyimpan dan menutup rapat-rapat tempat penyimpanannya.

Kita juga harus memastikan tempat sampah yang berisi sisa makanan tertutup rapat untuk mencegah satwa liar datang dan mencari makan dari tempat sampah. Begitu juga dengan kebun,harus senantiasa bersih dari tumpukan pupuk kompos, agar tidak menjadi sarang hewan liar yang datang.

  1. Air

Perhatikan sumber air di lingkungan tempat tinggal. Sebaiknya tidak ada air yang menggenang secara cuma-cuma dan menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Pastikan juga saluran air di lingkungan rumah tetap bersih dan bebas dari kotoran. Tujuannya untuk mencegah kemungkinan perkembangbiakan serangga seperti nyamuk yang akan menarik hewan liar datang.

  1. Tempat perlindungan

Karena salah satu tujuan hewan liar yang datang ke pemukiman manusia adalah berlindung, maka mereka akan mengincar ruang kosong yang ada di rumah. Penting sekali untuk memperhatikan seluruh seluk beluk rumah terutama sudut yang menjadi ruang untuk hewan liar bermukim. Salah satunya adalah loteng rumah, maka tutuplah segala akses untuk masuk ke sana.

Selain itu, bersihkan pula segala sudut rumah dan pekarangan. Termasuk pohon yang terlalu rindang, yang  juga sebaiknya dipangkas agar tak jadi tempat persembunyian hewan liar.

Demikian tips menangani dan mencegah masuknya satwa liar ke lingkungan pemukiman akibat rusaknya alam habitat tempat tinggal mereka. Yang terpenting dari semua itu adalah peka terhadap kondisi sekitar, termasuk cuaca dan kebersihan lingkungan. Karena, kita tidak bisa menebak kapan terjadinya masalah yang terjadi pada alam, yang seterusnya berpengaruh kehidupan manusia.

 

Sumber:

Citylab, Houstontx, dan Rentokil