Keselamatan Kerja Bagian Operasional Perusahaan

Bagikan:

Apple-workerBanyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang gagal dan kehilangan pekerjaannya, salah satunya adalah kurangnya pemahaman akan prosedur keselamatan kerja.

Prosedur keselamatan kerja tidak hanya berpengaruh terhadap kelangsungan operasional perusahaan tapi juga kepada pekerja itu sendiri. Di sinilah sertifikasi bagi setiap lulusan perguruan tinggi yang berasal dari fakultas teknik diperlukan.

“Seperti aktivitas pengeboran lepas pantai yang harus berhenti total akibat meledaknya lokasi pengeboran tersebut yang menewaskan hampir seluruh pekerjanya. Ini semua ternyata diakibatkan kelalaian seorang pekerjanya karena mengabaikan standar keselamatan kerja. Hal yang cukup mencengangkan lagi, sebuah lembaga survey di US yang menyatakan bahwa kecelakaan kerja di sana lebih sering dialami oleh pekerja yang telah memiliki pengalaman namin belum memiliki sertifikasi pekerja,” tutur Presiden International Association of Certified Practicing Engineers (IACPE), Mr. Carl Kolmetz CPE, pada seminar mengenai sertifikasi bagi mahasiswa dan lulusan fakultas teknik yang diselenggarakan di Untag Surabaya (24/11/2015).

Dalam seminar yang diahdiri oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik Untag Surabaya tersebut Kolmetz menuturkan bahwa IACPE memiliki 3 pilar utama, yakni education, certification, dan networking.

IACPE juga memberikan pengetahuan mengenai standarisasi bagi sarjana teknik sehingga seorang sarjana teknik tidak hanya menguasai bidangnya saja tapi di luar bidangnya.

Selain itu, IACPE juga memberikan sertifikasi kepada sarjana teknik sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Setiap sarjana teknik diharapkan memiliki sertifikasi baik lokal maupun internasional sehingga setiap lulusan sarjana teknik nanti akan lebih mudah ketika bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar,” ucapnya.

Selanjutnya, teknisi pengawas laboratorium Houston University, Amerika Serikat, William B. Lotz  mengatakan untuk mengatasi hal serupa maka semua perusahaan di US mengadakan pertemuan secare berkala.

“Hampir semua perusahaan di AS membahas mengenai keselamatan kerja setiap kali mereka mengadakan pertemuan. Karena di dalam dunia kerja kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda, sehingga mau atau tidak mau kita juga harus menyesuaikan dan banyak belajar hal-hal yang berada di luar bidang kita,” ujar Lotz.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 Untag Surabaya, Dr. Andik Matulessy, M.Si, menuturkan bahwa seorang sarjana teknik harus memiliki sertifikasi untuk dapat bersaing di era MEA. “Jadi bukan hanya ijazah dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) saja, tapi juga harus dilengkapi dengan sertifikasi yang menyatakan bahwa seorang lulusan dari fakultas teknik benar-benar berkompeten di bidangnya,” ujar Andik.

Diktehui saat ini telah ada tiga orang tenaga pendidik di Fakultas Teknik Untag Surabaya yang telah mengantongi sertifikasi dari IACPE, mereka adalah Dr. Hj. R. A. Retno Hastijanti, MT, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 2 Untag Surabaya, Dekan Fakultas Teknik Untag Surabaya, Dr. Ir. Muaffaq A. Jani, M.Eng, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Dr. Ir. Muslimin A. Rahim, MSIE.

 

Sumber: http://beritajatim.com/

Tag:

Bagikan:

Request Presentation

Agenda Terdekat Productivity Quality




Layanan Kalibrasi

Download Jadwal Training 2025

Proxsis TV

[yikes-mailchimp form=”1″]