Kualitas Minyak Bumi dan Produknya

Bagikan:

on-land-rig
Teknologi Pengilangan Minyak Bumi:  ini berisi tentang teknologi pengolahan minyak bumi di kilang beserta konfigurasi dan operasi-operasi yang terjadi pada kilang minyak bumi.
Uji yang dilakukan terhadap kualitas produk minyak bumi meliputi berbagai aspek, yakni:
1. volatilitas
2. kualitas pembakaran dan penyalaan
3. viskositas
4. titik leleh
5. oksidasi/stabilitas
6. korosi

Sedangkan uji-uji yang dilakukan untuk minyak bumi dan produknya adalah:
1. Uji distilasi, yaitu mengukur initial boiling point, final boiling point, dengan standar ASTM, Tmax 360C

2. Uji tekanan uap
3. Flash point, yaitu temperatur terendah di mana uap di atas minyak dapat menyala sendiri, fire point: temperatur terendah di mana uap di atas minyak dapat terbakar selama >=5 detik
4. Angka oktan (ON), yaitu ukuran kualitas pembakaran bensin, merupakan kemampuan bensin untuk tidak terbakar secara sendirinya sebelum terkompresi secara sempurna, ditunjukkan dengan %isooktan (ON 100) dan %n-heptan (ON 0)
5. Performance Number, digunakan untuk bahan bakar pesawat terbang yang memiliki ON>100
6. Angka setana (CN)
Mengukur kualitas pembakaran minyak diesel, kemampuan bahan bakar untuk menyala secara sendirinya dalam udara panas bertekanan, ditunjukkan dengan %heksadekana (CN 200), α-metil naftalena (CN 10), dan heptametil-nonana (CN 15).
Angka setana juga dapat dihitung dengan:
CN = 0,72 x Indeks Setana +10
Indeks Setana = Aniline Point (F) + API/100
API = 141,5/SG -131,5
7. Aniline point Mengukur temperatur terendah dimana aniline dapat bercampur sempurna dengan minyak, semakin rendah aniline point berarti semakin banyak aromat à CN semakin kecil
8. Nilai kalor: GHV dan NHV, GHV = 12400-2100.SG2 [cal/g] 9. Smoke point: tinggi api maksimum yang dapat dihasilkan tanpa menghasilkan asap, indikator aromatik

Berikut ini produk-produk utama kilang dan penjelasannya:
1. Metana: gas bahan bakar kilang, bahan baku hidrogen
2.Etana: gas bahan bakar kilang, bahan baku hidrogen via steam reforming dan bahan baku etilen via steam cracking
3. Propana: gas bahan bakar kilang, komponen LPG
4. Butane: terdiri dari n-butana, campuran bensin untuk mengatur Puap dan i-butana, komponen LPG dan bahan baku alkilasi
5. Bensin: hidrokarbon dengan rentang Td 40-180C, sifat penting: ON (premium 88, pertamax 92), dihasilkan dari proses catalytic reforming, cracking, polimerisasi, alkilasi. Untuk meningkatkan ON dapat ditambahkan MTBE, ETBE, TEL (ON>130)
6. Kerosin: bahan bakar jet, minyak tanah, parameter penting kualitas: titik beku, titik nyala, titik asap, aromatik dibatasi
7. Minyak Diesel: hidrokarbon dengan Td 230-370, parameter penting kualitas: CN
8. Minyak Bakar Residu, arang,aspal, pelumas (parameter kualitas: viskositas)

Pengujian minyak mentah (crude assay: data minyak mentah hasil percobaan laboratorium, berupa kurva TBP dan SG) dilakukan dengan distilasi ASTM

Uji kualitas minyak bumi yang lain: kadar pengotor, SG, titik tuang (semakin rendah berarti kadar aromatik semakin banyak), residu karbon (dinyatakan sebagai CCR-Conradson Carbon Ratio), viskositas.

Klasifikasi fraksi-fraksi minyak bumi, kadar parafin, naften, dan aromatik terdiri dari 2:
1. US Bureau of Mines, dengan Correlation Index (CI), CI = 48640/Td +473,7.SG-456,8; Td [R] 2. KUOP, dengan faktor karakterisasi, KUOP = 1/SG. Td1/3, Td [R]

Source : http://bellemindlmp.blogspot.com/

Tag:

Bagikan:

Request Presentation

Agenda Terdekat Productivity Quality




Layanan Kalibrasi

Download Jadwal Training 2025

Proxsis TV

[yikes-mailchimp form=”1″]