Memicu Inovasi Teknologi Industri Berkelanjutan dengan Menerapkan PROPER

Perkembangan industri yang sehat merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi yang baik bagi suatu negara. Sektor industri dapat membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan inovasi. Meski begitu, sektor industri memiliki efek samping. Sisa proses produksi atau limbah yang dihasilkan oleh industri dapat berdampak negatif dan berbahaya bagi lingkungan.

PROPER, atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan, merupakan regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam peningkatan kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014, hal yang menjadi poin evaluasi PROPER antara lain pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. PROPER sebagai alat evaluasi dapat dibedakan menjadi tiga peringkat yaitu hitam, merah, dan biru. Adapun PROPER sebagai alat evaluasi yang melebihi ketaatan kinerja suatu industri kemudian dibedakan menjadi dua peringkat: hijau dan emas.

Hasil evaluasi tersebut dapat dinilai dari beberapa kriteria yaitu jumlah peserta, peringkat yang diperoleh, dan jumlah inovasi yang dihasilkan melalui PROPER. Jika dilihat dari jumlah peserta PROPER, tiap tahun peserta mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dari tahun 2004-2015. Rata-rata peningkatan jumlah peserta dari tahun 2004-2015 mencapai 28% per tahun.

Poin peringkat juga mengalami peningkatan tiap tahunnya. Peringkat hijau dan emas, yang menunjukkan tingkat melebihi ketaatan, menunjukkan peningkatan. Jumlah peserta peraih peringkat hijau berjumlah 9 industri di tahun 2003-2004 dan 108 industri di tahun 2014-2015. Peraih peringkat emas berjumlah 0 industri di tahun 2003-2004 dan 12 industri di tahun 2014-2015. Yang terbanyak adalah industri peraih peringkat biru yang menunjukkan ketaatan sepenuhnya.

Salah satu aspek penting dalam PROPER adalah inovasi. Di sini, inovasi yang dimaksud oleh PROPER adalah inovasi di seluruh aspek baik produksi maupun penunjang yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan. Salah satu contohnya adalah PT Badak NGL yang berhasil mengembangkan “T-Plug Installer” dalam aspek efisiensi energi dan penurunan beban emisi. Tidak hanya itu, mereka berhasil menjadikan inovasi tersebut penjadi paten. Di tahun 2015 sendiri, dihasilkan sebanyak 151 inovasi dari 120 industri berperingkat PROPER hijau dan emas. Maka dari itu, penerapan PROPER telah terbukti berhasil dijadikan sebagai alat pemicu industri untuk terus berinovasi dalam aspek pengelolaan lingkungan. Sebagai bonus, jika hasil inovasi berhasil dipatenkan, industri akan memiliki nilai tambah dengan meningkatnya daya saing industri tersebut.

Sumber:
https://www.researchgate.net/

Informasi lebih lanjut:
LAKSMI | 08111798354
[email protected]