NEW NORMAL, Berkantor Besok, Tahun Depan atau Selamanya, Siapkah Anda?

New Normal sebagai dampak dari pandemi Covid 19, ramai diperbincangkan belakangan ini. Beragam action plan telah disusun dari level negara hingga organisasi bisnis dan masyarakat untuk memulihkan keadaan. Jika dipandang dari sudut pandang BCMS ‘New Normal’ merupakan fase restorasi pada sebuah manajemen krisis. Beberapa perusahaan terkemuka seperti Facebook dan Google memutuskan melakukan bekerja dari rumah (work from home) hingga akhir tahun 2020, sementara Twitter dan Proxsis Consulting Group telah siap untuk melakukan WFH selamanya.

New Normal Audit TI

Bagaimana dengan organisasi Anda? Berikut ulasan terkait kesiapan TI yang harus Anda pertimbangkan saat ini juga.

TIK sudah menjadi kebutuhan bagi berbagai perusahaan untuk mewujudkan tujuan dan harapan yang mereka buat. Hal ini mempengaruhi berbagai perusahaan untuk memanfaatkan keberadaan teknologi untuk dimanfaatkan ke dalam proses bisnis yang mereka terapkan dengan mengharapkan hasil yang lebih efektif dan efisien. TIK pun membantu menyelesaikan berbagai masalah pandemik Covid-19 yang kita hadapi saat ini. TIK jelas berkontribusi pada perubahan cara manusia dalam bekerja dan berinteraksi.

Namun demikian, diterapkannya TIK di suatu perusahaan tidak menutup kemungkinan munculnya resiko yang mengancam. Risiko penyalahgunaan TIK yang paling sering muncul adalah Celah Keamanan dari teknologi tersebut. Sehinga pihak perusahaan harus memikirkan cara meminimalisir risiko dari celah keamanan tersebut.

Saat ini perusahaan dan organisasi banyak menghabiskan dana untuk berinvestasi di bidang TIK. Manfaat TI dalam peningkatan layanan dan proses kerja sebuah organisasi sangat terasa.

Dengan investasi yang cukup besar organisasi perlu memastikan kehandalan dan keamanan dari sistem TI yang akan digunakan. Sistem TI juga harus mampu memenuhi kebutuhan proses kerja, mampu mengurangi risiko data di sabotase, kehilangan data, gangguan layanan dan manajemen yang buruk dari sistem TI.

Audit TI atau yang pernah disebut sebagai audit electronic data processingcomputer information system, dan IS, pada awalnya merupakan pelebaran dari audit konvensional. Dulu, kebutuhan atas fungsi audit TI hanya berasal dari beberapa departemen.

Kemudian organisasi menyadari bahwa komputer telah mempengaruhi kinerja mereka terkait fungsi utama. Perusahaan dan manajemen pun sadar bahwa komputer adalah salah satu jalan keluar terkait keterbatasan sumber daya manusia untuk dapat bersaing di lingkungan bisnis. Oleh karena itu, timbul lah urgensi untuk melakukan kontrol dan audit atas proses yang berjalan. Saat itulah para profesional menyadari tentang kebutuhan audit TI. Audit TI menjadi bagian integral dalam fungsi audit umum, sebab hal itu akan menentukan kualitas dari informasi yang diproses oleh sistem komputer.

Pada mulanya, auditor dengan kemampuan audit TI dilihat sekadar sebagai staf sumber daya teknologi biasa, bahkan sering dilihat hanya sebagai asisten teknikal. Padahal dewasa ini, audit TI merupakan pekerjaan yang tindakan, tujuan, serta kualitasnya telah diatur dalam standar global; ada aturan etiknya; dan tuntutan profesional. Tentu saja hal ini memerlukan pengetahuan khusus dan kemampuan praktis, yang sebelumnya juga didahului oleh persiapan secara intensif.

Dari penjelasan singkat ini, nampak jelas bahwa masih akan ada banyak tantangan ke depan khususnya area audit TI. Setiap pihak harus bisa bekerja sama untuk mampu mendesain, mengimplementasikan, serta mencapai tujuan-tujuan dasar yang sudah umum dipahami.

Secara umum, ada lima tujuan dalam pelaksanaan audit TI, yaitu:

  1. Memberikan rekomendasi terhadap temuan yang muncul pada proses audit

Audit adalah tindakan melakukan pemeriksaan atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Mungkin saja ada potensi temuan (findings) atau peningkatan (improvement) yang sebelumnya tidak disadari. Audit TI merekomendasikan hal tersebut untuk ditindaklanjuti.

  1. Rekomendasi mengenai tindakan yang dikerjakan

Selain temuan, ada pula rekomendasi tentang tindakan yang bisa ditempuh. Rekomendasi solusi ini dapat menghemat waktu sebab tindak lanjut yang diambil dapat segera dilakukan.

  1. Mengawasi pelaksanaan rekomendasi

Setelah memberikan rekomendasi, audit TI bisa berlaku juga sebagai pengawas. Hal ini untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil bisa berjalan secara tepat dan tidak menimbulkan masalah baru.

  1. Memberikan jaminan kepada manajemen tentang kondisi yang ada pada organisasi

Audit yang baik akan memberikan preseden yang baik pula terhadap organisasi. Hasil ini juga bisa memberi gambaran umum kepada manajemen tentang kondisi organisasinya.

  1. Melakukan penilaian

Setelah melakukan serangkaian proses audit, akan diketahui bagaimana kinerja yang telah dilakukan oleh perusahaan. Proses ini juga bisa menunjukkan penilaian sehingga bisa terlihat tingkat efektivitas dan efisiensi yang dijalankan oleh tiap bagian.

Mari kita siapkan tatakelola TI yang utuh dan baik, sesuai dengan tujuan dan harapan organisasi Anda. Jangan sampai Anda menggunakan TI tanpa mengetahui benar keuntungan dan risiko dari penggunaannya. Cari tahu lebih banyak terkait audit TI dan tata kelola pada event-event kami.

Cek Jadwal terdekat IT Governance Indonesia :