Toxic Employee, Hati-hati!

Pernah dengar toxic employee?

Toxic employee adalah karyawan yang sering menyulitkan sekaligus merugikan perusahaan serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka senang menyebarkan racun ketidakbahagiaan kepada rekan-rekan kerja dan berujung pada terhambatnya pertumbuhan perusahaan. Lebih parah lagi, efek perilakunya kepada orang lain mirip virus flu. Menular, menyebar, dan menjangkiti. Bisa dibilang, mereka ini semacam biang onar yang membuat karyawan lain sering jengkel, kesal dan marah, sekaligus menguras energi, melumpuhkan semangat kerja, kinerja dan produktivitas.

toxic employee

Untuk itu, mengingat perilaku buruk karyawan bermasalah yang bersifat destruktif, sangat penting bagi perusahaan menjamin keselamatan psikologis karyawan lain. Kita hidup di zaman yang sangat mementingkan inovasi untuk berkembang. Maka, para pekerja ini harus bisa bersaing secara sehat, alias tidak jengah saat dikritik, dan memiliki sejumlah perilaku mau bekerja sama dalam tim seperti lancar berkomunikasi verbal dan nonverbal. Ketimbang bersusah payah mengantisipasi perilaku bermasalah, mencegah dengan mengenali tanda-tanda karyawan bermasalah sebelum merekrut adalah kunci.

Perhatikan Hal Ini Saat Merekrut Karyawan

Dengan tujuan memilih karyawan terbaik untuk pekerjaan yang tepat, Anda harus mengidentifikasi kandidat yang melamar ke perusahaan. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar mendapatkan kandidat terbaik.

  • Tanya Mengenai Perilaku dalam Sebuah Kondisi

Teknik ini melibatkan pertanyaan berbasis situasional. Calon karyawan akan diminta untuk menjawab pertanyaan bagaimana cara kandidat berperilaku ketika mereka berada pada situasi tertentu (pilih kondisi atau situasi konkret). Sangat kecil kemungkinan bahwa mereka akan mengarang mengenai perilaku mereka sendiri dan pengalaman yang pernah dilalui.

  • Cari Tahu Pengakuan Mengenai Kerja sama dan Keberhasilan dalam Tim

Cara mudah untuk mengidentifikasi seseorang yang mungkin tidak cocok untuk perusahaan Anda adalah dengan mendengarkan pengakuan mengenai keberhasilan kerja sama dalam tim. Jika kandidat hanya membicarakan mengenai keberhasilan dirinya sendiri, tanpa memberikan kredit kepada rekan kerjanya maka bisa jadi ia memiliki sifat egois dalam tim.

  • Ingat, Sikap Kandidat di Perusahaan Lama dapat Terulang

Meminta kandidat untuk menceritakan kembali pengalaman kerja mereka merupakan salah satu cara efektif untuk menyaring para pelamar kerja. Hindari kandidat yang sekiranya merupakan sumber masalah di kantor lama mereka. Jika mereka bisa melakukan hal buruk di kantor lama, maka mereka bisa melakukan hal itu juga di perusahaan Anda.

  • Tanyakan Momen Terbaik Mereka di Tempat Kerja

Salah satu pertanyaan wawancara kerja yang menarik adalah dengan menanyakan momen terbaik mereka saat bekerja di perusahaan sebelumnya. Kandidat bisa dengan mudah mengutarakan momen buruk mereka di tempat kerja yang sebelumnya. Namun sebaliknya, menceritakan pengalaman terbaik mereka bukanlah hal yang mudah.

Jika jawaban mereka adalah hal-hal seperti acara kantor, gathering atau makan siang gratis, maka Anda harus meragukannya. Pasalnya, individu seperti itu tidak bisa menemukan nilai berharga sebenarnya dari sebuah pekerjaan.

  • Tanyakan Bagaimana Cara Mereka Menghadapi Situasi Sulit

Salah satu ciri karyawan yang tidak baik adalah selalu menganggap sebuah masalah disebabkan karena kesalahan orang lain. Tanyakan situasi seperti apa yang membuat mereka tidak nyaman atau yang tidak mereka harapkan terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Jika mereka memberikan jawaban yang mengindikasikan akan menyalahkan orang lain dan tidak mau mengakui kesalahan dirinya sendiri, maka itu bukan hal yang bagus. Anda harus waspada pada kandidat seperti ini.

  • Perhatikan penampilan

Sekalipun ada pribahasa jangan menilai buku dari sampulnya, harus kita sadari bahwa penampilan mencerminkan kepribadian orang yang bersangkutan. Beberapa profesi memang tidak mementingkan penampilan, namun banyak pula profesi yang mementingkan penampilan. Misalnya saja untuk profesi frontliner, tidak mungkin kita memilih mereka yang penampilannya berantakan dan jorok. Biasanya, calon karyawan akan menampilkan penampilan terbaiknya. Seseorang calon karyawan yang datang untuk wawancara kerja dengan sepatu kotor dan pakaian yang sobek tentunya ini akan menjadi pertimbangan Anda untuk menerimanya.

  • Perhatikan Bahasa Tubuh

Walaupun Anda bukan ahli dalam membaca bahasa tubuh lawan bicara Anda, namun ada beberapa hal yang bisa Anda ketahui. Sebagai contoh, karyawan yang memperlihatkan gestur gugup ketika menceritakan pekerjaan sebelumnya, tentu jadi tanda tanya buat Anda. Gerakan tangan calon karyawan pun bisa memberi sinyal apakah mereka menyembunyikan sesuatu atau bahkan berbohong. Misalnya, calon karyawan yang memegang hidungnya saat membicarakan prestasi kerja di kantor terakhirnya, bisa jadi ia tidak berkata yang sebenarnya.

Dengan menilai calon karyawan saat wawancara kerja, Anda bisa menentukan pilihan apakah orang tersebut cocok untuk perusahaan atau tidak. Jika cocok, Anda bisa mulai menganalisis kelebihan serta kekurangan dari calon karyawan tersebut. Mulai dari hasil test pada saat sebelum wawancara, melihat sertifikat, ijazah, atau kertas-kertas lainnya.

Sumber: beritagar.id

Leave a Reply