Lanjutkan Bisnis di Tengah Krisis COVID-19, Inilah Strateginya

Krisis Covid-19 global menimbulkan banyak sekali masalah baru yang mau tidak mau harus kita hadapi, terutama dampak pada bisnis kita.  Kendala pun ada di mana-mana, mungkin untuk periode yang lebih lama dan tanpa diketahui dengan jelas sampai kapan ini akan terjadi. Perusahaan harus menjaga karyawan tetap aman dan tidak kehilangan pekerjaannya, supaya tidak menimbulkan masalah ekonomi baru. Namun di sisi lain, perusahaan juga ditantang untuk melanjutkan bisnis di tengah krisis Covid-19 ketika operasi normal tidak dimungkinkan dan rantai pasokan global terancam.

bisnis di tengah krisis covid-19

Setiap situasi krisis memerlukan respons yang cepat, mulai dari mengatur segera hingga merencanakan dan menerapkan cara baru untuk melanjutkan operasi. Kondisi new normal pasca Covid-19 tidak menunggu kita siap dulu.

Memastikan ketahanan pada masa rapuh dimulai dengan memahami, mengelola, dan memitigasi kesenjangan dan risiko saat ini. Menilai rencana manajemen krisis, mempertahankan sertifikat dan kualifikasi pemasok, bahkan di tengah kondisi yang mengharuskan para karyawan untuk bekerja jarak jauh. Mereka harus dibekali pengembangan kompetensi dan memerlukan pendekatan proaktif.

Salah satu navigasi yang dapat dilakukan untuk membuat bisnis terdampak Covid-19 dapat segera bangkit, melanjutkan bisnis di tengah krisis covid-19, dan siap menyongsong kondisi new normal adalah sebagai berikut:

  1. Operasi lanjutan dengan penerapan standar internasional atau dengan audit

Rencana dan pelaksanaan audit jarak jauh yang dirancang untuk menerapkan audit yang diperlukan sesuai dengan persyaratan, memastikan bahwa sertifikasi atau pengakuan lain tidak kedaluwarsa ketika audit fisik tidak memungkinkan. Ini termasuk sertifikasi produk dan audit sertifikasi sistem manajemen dengan standar seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 18001, ISO 22001, ISO 27001, ISO 45001, ISO 50001, ISO 55001 & ISO 22301. Kepatuhan terhadap pemilik skema yang diperlukan dan audit akreditasi untuk jarak jauh audit terus dipantau dan dijamin.

  1. Business continuity management

Dari wawasan tentang apa sistem manajemen kontinuitas bisnis, praktik terbaik sesuai dengan standar ISO 22301. Hal ini dapat membangun pemahaman tentang sistem dan proses yang diterapkan untuk mengelola bisnis di tengah krisis Covid-19, mengidentifikasi cara untuk meningkatkan dan membangun ketahanan masa depan sehingga bisnis dapat bertahan dan berkembang.

  1. Penerapan tinjauan ulang proses bisnis

Saat-saat seperti ini menguji krisis perusahaan, apakah proses bisnisnya secara keseluruhan dapat dilakukan atau tidak. Harus ada tinjauan ulang yang menilai kesenjangan antara rencana dan tindakan sekarang membantu perusahaan memahami apakah rencana berjalan sesuai dengan yang diinginkan atau apakah tindakan mitigasi jangka pendek atau instan diperlukan.

  1. Lakukan kajian manajemen aset ISO 55001

Standar ISO 55001: 2014 yang mengatur pedoman Asset Management System atau Sistem Manajemen Asset, akan memampukan organisasi untuk memiliki daya hidup (survival), daya tumbuh (growing) dan daya kreasi (creativity) dalam pengelolaan aset dengan tetap memperhatikan faktor risiko dan lingkungan persaingan. ISO ini dapat menjadi trigger bagi perusahaan supaya memiliki:

1.Kinerja Keuangan yang meningkat;
2.Pengelolaan Risiko secara lebih baik;
3.Peningkatan Pelayanan dan Output;
4.Menunjukan Tanggung-jawab Sosial;
5.Menunjukan Kepatuhan (Compliances);
6. Peningkatan  Reputasi;
7. Peningkatan Daya-Tahan (Sustainability) Organisasi; dan
8. Peningkatan Efektifitas dan Efisiensi.
9.Dan lain-lain.

 

Author: Almillah

Sumber: https://www.dnvgl.com/news/dnv-gl-business-assurance-continue-operations-through-covid-19-169514?cookie-consent=1 (22/0/2020) https://ibfgi.com/pelatihan-asset-management/ (22/04/2020)