Manfaat Sumber Daya Energi dari Minyak dan Gas Bumi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Adanya sumber daya energi yang dihasilkan oleh alam tak lain merupakan anugerah bagi kehidupan manusia. Tentu saja, sumber daya alam tersebut memberikan sejumlah manfaat yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari produksi serta pengolahan makanan dan minuman, membangun tempat tinggal, membuat pakaian, hingga urusan telekomunikasi dan transportasi, sumber daya energi sangat dibutuhkan.

Salah satu sumber daya alam penghasil energi yang paling dibutuhkan adalah minyak dan gas bumi. Minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang ditemukan tersimpan di bawah permukaan bumi.  Ada yang berbentuk zat cair dan juga zat gas. Secara detail, minyak dan gas bumi terdapat di dalam pori-pori batuan pada suatu kolam di perut bumi. Pori-pori tersebut dinakaman reservoir.

Secara ilmiah, minyak dan gas bumi teridentifikasi memiliki unsur senyawa yang kompleks. Unsur utamanya adalah atom hidrogen (H) dan karbon (C), sehingga dalam ilmu kimia disebut dengan senyawa hidrokarbon (CxHy).

Untuk memperoleh manfaat yang optimal dari minyak dan gas bumi, para pakar telah melakukan sejumlah pengolahan yang disesuaikan dengan kebutuhan merinci di setiap aspek. Jelas, setiap aspek berjalan dengan elemen-elemen yang berbeda, sehingga berbeda pula tipe minyak dan gas bumi yang diperlukan. Sehingga, para ahli tersebut menemukan beberapa klasifikasi yang penting untuk seterusnya dijadikan produk siap pakai.

 Pertama, kondensat yaitu minyak mentah yang bersifat sangat ringan. Gas bumi ini berjenis hidrokarbon yang merupakan produk ikutan dari sumur gas. Pada kondensat ini, terkandung gas bumi dalam jumlah yang besar.

Kedua, gas kering yaitu fluida yang berada di dalam sebuah reservoir dalam bentuk fase gas yang kemudian dialirkan ke permukaan tetap dalam kondisi gas. Gas alam ini dianggap ’kering’ ketika hampir seratus persen metana murni. Namun, terdapat kemungkinan bahwa gas kering ini juga mengandung Etana dan Propana.

Ketiga, Gas basah yang merupakan gas bumi yang hampir seluruh komposisinya mengandung molekul metana. Kandungan metananya sekitar 80 persen hingga 90 persen, ditambah dengan etana, propana, butana dan komponen lainnya.

Keempat, ialah minyak ringan yang berasal dari hasil sulingan minyak bumi dari proses penguapan dan pengembunan pada tekanan atmosfer. Minyak ringan ini mengandung kadar logam dan belerang yang rendah dan memiliki sedikit kandungan gas bumi

Kelima, adalah minyak berat, yaitu minyak mentah dengan komposisi hidrokarbon berat yang besar. Jenis minyak bumi ini mengandung sedikit sekali gas bumi, bahkan terkadang tidak ditemukan sama sekali. Minyak berat pun menghasilkan klasifikasi lainnya, yaitu klasifikasi keenam, bitumen yang di dalam reservoir bersifat kental seperti aspal.

Dari pengklasifikasian tersebut, minyak dan gas bumi diolah menjadi produk siap pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga, industri, pembangkit listrik hingga bahan bakar kendaraan.

Untuk rumah tangga, kita sama-sama mengenal gas LPG untuk kebutuhan memasak menggunakan kompor sumbu. Di beberapa rumah atau gedung, digunakan pula minyak tanah untuk mesin diesel guna membangkitkan tenaga listrik.

Selain untuk kebutuhan memasak, produk-produk rumah tangga lainnya seperti pupuk, tinta, plastik, cat, deterjen, pencegah serangga, petrokimia, dan sebagainya juga merupakan hasil olahan minyak dan gas bumi. Pada penggunaan peralatan elektronik, gas bumi dimanfaatkan untuk pengering pakaian, pemanas atau pendingin ruangan, serta pemanas air.

Pada bidang industri, hasil minyak dan gas bumi yang dimanfaatkan berupa bahan bakar diesel untuk mesin diesel serta alat pemanas, minyak tanah untuk traktor, dan minyak pelumas untuk berbagai mesin.

Dalam skala yang lebih besar, gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dapat digunakan sebagai bahan bakar boiler, furnance dan pembangkit listrik di industri. Agar bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan bahan baku industri, LNG diregasifikasi (diubah kembali menjadi bentuk gas) terlebih dahulu di terminal penerimaan LNG (LNG receiving terminal).

Hasil minyak dan gas bumi sebagai pembangkit energi juga banyak termanfaatkan untuk kebutuhan sarana dan prasarana transportasi. Untuk jalur udara, avtur digunakan sebagai bahan bakar pesawat dengan mesin turbin, dan avigas untuk bahan bakar pesawat bermesin propeler. Di darat, aspal merupakan hasil yang sangat krusial untuk pembuatan jalur yang mulus dan kokoh. Di atas jalan tersebut, berlalu-lalang kendaraan bermotor yang bergerak dengan energi dari bensin yang diolah dari naptha sebagai bahan intermediate-nya.

Selain minyak bumi, kini gas bumi juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Perbedaannya, gas alam mengandung zat oktan yang lebih tinggi dan lebih bersih dari diesel dan bensin. Sehingga, dapat membantu keawetan dan perawatan mesin kendaraan.

 

Sumber:
https://www.synergysolusi.com/berita/berita-terbaru/menggali-manfaat-minyak-dan-gas-bumi-untuk-energi-kehidupan.html