Mencegah, Mengurangi dan Memadamkan Kebakaran


Kebakaran merupakan kejadian yang dapat menimbulkan kerugian pada jiwa, peralatan produksi, proses produksi dan pencemaran lingkungan kerja. Khususnya pada kejadian kebakaran yang besar dapat melumpuhkan bahkan menghentikan proses usaha, sehingga ini memberikan kerugian yang sangat besar. Untuk mencegah hal ini maka perlu dilakukan upaya-upaya penanggulangan kebakaran.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran?

  1. Pengendalian setiap bentuk energi;
  2. Penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi
  3. Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas;
  4. Pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja;
  5. Penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala;
  6. Memiliki buku rencana penanggulangan keadaan darurat kebakaran, bagi tempat kerja yang mempekerjakan lebih dari 50 (lima puluh) orang tenaga kerja dan atau tempat kerja yang berpotensi bahaya kebakaran sedang dan berat.

Kegiatan yang perlu dilakukan dalam pengendalian setiap bentuk energi :

  • Melakukan identifikasi semua sumber energi yang ada di tempat kerja/ perusahaan baik berupa peralatan, bahan, proses, cara kerja dan lingkungan yang dapat menimbulkan timbulnya proses kebakaran (pemanasan, percikan api, nyala api atau ledakan);
  • Melakukan penilaian dan pengendalian resiko bahaya kebakaran berdasarkan peraturan perundangan atau standar teknis yang berlaku.

Langkah-langkah kegiatan dalam penyediaan sarana deteksi, alarm, pemadam kebakaran dan sarana evakuasi

  • menganalisa ruangan / tempat kerja, untuk menentukan jenis detektor, alarm, alat pemadam dan sarana evakuasi yang sesuai dengan kondisi ruangan/tempat kerja;
  • melakukan perencanaan dan pemasangan peralatan;
  • membuat prosedur pemakaian peralatan dan sarana pemadam kebakaran;
  • membuat tanda pemasangan peralatan pemadam kebakaran dan sarana evakuasi;
  • melakukan pelatihan penggunaan peralatan pemadam dan sarana evakuasi;
  • melakukan pemeriksaan dan pengujian secara berkala.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam Pengendalian penyebaran asap, panas dan gas:

  • Memisahkan peralatan, bahan, proses kerja yang dapat menimbulkan potensi pemanasan, percikan api, penyalaan api atau peledakan;
  • Membuat batas, penghalang atau penutup pada ruangan yang menyimpan peralatan atau bahan yang mempunyai potensi bahaya kebakaran;
  • Memasang alat atau sarana untuk mendeteksi adanya kebocoran gas yang mudah terbakar;
  • Memasang atau membuat pengatur ventilasi agar penyebaran asap dan gas dapat dikendalikan.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyusunan Rencana Keadaan Darurat Kebakaran:

  • membentuk tim penyusunan
  • melakukan identifikasi, analisa, penilaian dan pengendalian resiko bahaya kebakaran
  • melakukan identifikasi peralatan dan sarana evakuasi penanggulangan kebakaran yang dimiliki.
  • melakukan identifikasi sumber daya manusia (ketrampilan/ kesiapan petugas dan karakteristik pekerja contohnya kondisi fisik, mental atau yang memerlukan bantuan khusus jika terjadi keadaan darurat kebakaran)
  • melakukan identifikasi lay out atau tata ruang di tempat kerja / ruangan kerja
  • menyusun prosedur rencana keadaan darurat kebakaran.
  • Melakukan sosialiasi dan pembinaan kepada petugas dan semua pekerja.
  • Melakukan evaluasi secara berkala.

Sumber Artikel: International Labour Organization. 2013. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja (Sarana untuk Produktivitas). Jakarta: ILO.
Source of web image cover from //www.naturalproductscanada.com


Indonesia Safety Center
mengadakan
Public Training Petugas Peran Kebakaran (Kebakaran Kelas D)
pada tanggal
26-28 Maret 2019
berlokasi di
AMG Tower Lt. 17
Jl. Dukuh Menanggal No. 1 A,
Gayungan – Surabaya
Informasi lebih lanjut:
Yanuar – Surabaya | 08111798354
[email protected]