PT Indonesia Smelting Technology resmi memulai langkah awal implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) berbasis ISO 45001:2018 dengan sukses menyelenggarakan Kick Off Meeting, Senin, (3/6/2024).
Acara ini menandai komitmen perusahaan dalam memastikan kesehatan dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam seluruh operasionalnya.
Manajemen PT Indonesia Smelting Technology menegaskan tekadnya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan.
“Implementasi ISO 45001:2018 adalah bukti nyata komitmen kami dalam meningkatkan standar kesehatan dan keselamatan kerja di perusahaan ini,” ujar salah seorang perwakilan manajemen PT Indonesia Smelting Technology dalam sambutannya.
Kick Off Meeting ini dihadiri oleh jajaran manajemen, tim ISO, serta perwakilan dari berbagai divisi di perusahaan.
PT Indonesia Smelting Technology menggandeng Proxsis Surabaya sebagai konsultan berpengalaman dalam pendampingan implementasi ISO 45001:2018.
Tim konsultan Proxsis Surabaya dalam kesempatannya memaparkan terkait roadmap implementasi yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
Perlu diketahui, ISO 45001:2018 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) .
Standar ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan karyawan, mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja, serta menciptakan kondisi kerja yang lebih baik dan aman.
Implementasi ISO 45001 di PT Indonesia Smelting Technology diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan, termasuk peningkatan reputasi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengurangan biaya terkait insiden kecelakaan kerja.
Tim konsultan dari Proxsis Surabaya memaparkan tahapan implementasi yang meliputi penilaian awal, pengembangan kebijakan dan prosedur, pelatihan, hingga audit internal sebelum sertifikasi dilakukan oleh badan independen.
“Pendekatan sistematis dan menyeluruh sangat penting untuk memastikan setiap aspek dari standar ini diimplementasikan dengan baik dan berkelanjutan,” jelas perwakilan tim konsultan Proxsis Surabaya.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, yang menunjukkan antusiasme dan dukungan penuh dari seluruh peserta.
Komitmen PT Indonesia Smelting Technology dalam menjalankan proses ini bisa menjadi contoh bagi industri lain di Indonesia yang ingin upgrade menerapkan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja yang efektif.
Akhirnya, dengan dimulainya implementasi ini, PT Indonesia Smelting Technology optimis dapat mencapai sertifikasi ISO 45001:2018, serta menjadi pemimpin dalam penerapan standar kesehatan dan keselamatan kerja di industri nasional.
Konsultan dari Proxsis Surabaya membuka diskusi dan konsultasi gratis untuk mengupas terkait implementasi ISO 45001:2018 tentang SMK3 untuk perusahaan Anda. Ambil kesempatan ini dengan cara klik link ini.








