Sistem Perencanaan dan Pengendalian Sistem Produksi (Bagian 1)

Bagikan:

Pada dunia perindustrian, perancangan sistem produksi sangat dibutuhkan baik untuk perusahaan yang menghasilkan produk maupun jasa, sangat dibutuhkannya perancangan ini karena akan menghasilkan penentuan-penentuan tindakan atau aktivitas pada periode-periode mendatang.

Dengan adanya perancangan sistem produksi ini, diharapkan agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar, tepat, akurat serta kondisi dan situasi yang ada di lapangan. Kelancaran proses produksi dapat menghemat biaya dan mengoptimalkan keuntungan yang diperoleh.

Selain itu, perancangan sistem produksi ini diharapkan agar target produksi dapat tercapai tanpa ada hambatan-hambatan yang dapat mengganggu produksi tersebut. Oleh karena itu perencanaan produksi merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam operasi perusahaan yang secara terus menerus akan digunakan dalam membantu perencanaan produksi perusahaan.

Definisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Menurut Vincent Gaspersz (1998, p3) produksi merupakan fungsi pokok dalam setiap organisasi, yang mencakup aktifitas yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai tambah produk yang merupakan output dari setiap organisasi industri itu.

Secara umum perencanaan & pengendalian produksi dapat diartikan sebagai aktivita merencanakan dan mengendalikan material masuk, mengalir, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat dan biaya produksi yang minimum.

Sedangakan jika kita definisikan secara terpisah akan mencakup dua aktivitas yakni :

a) Perencanaan produksi : aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan.

b) Pengendalian produksi : aktivitas yang menetapkan kemampuan sumber-sumber yang digunakan dalam memenuhi rencana, kemampuan produksi berjalan sesuai rencana, melakukan perbaikan rencana.

Tujuan perencanaan dan pengendalian produksi:

  • Mengusahakan agar perusahaan dapat berproduksi secara efisien dan efektif.
  • Mengusahakan agar perusahaan dapat menggunakan modal seoptimal mungkin.
  • Mengusahakan agar pabrik dapat menguasai pasar yang luas.
  • Untuk dapat memperoleh keuntungan yang cukup bagi perusahaan.
  • Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu.
  • Memonitor permintaan yang aktual, membandingkannya dengan ramalan permintaan sebelumnya dan melakukan revisi atas ramalan tersebut jika terjadi penyimpangan.
  • Menetapkan ukuran pemesanan barang yang ekonomis atas bahan baku yang akan dibeli.
  • Menetapkan sistem persediaan yang ekonomis.
  • Menetapkan kebutuhan produksi dan tingkat persediaan pada saat tertentu.
  • Memonitor tingkat persediaan, membandingkannya dengan rencana persediaan, dan melakukan revisi rencana produksi pada saat yang ditentukan.
  • Membuat jadwal produksi, penugasan, serta pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci.

Tingkat perencanaan & pengendalian produksi :

1. Perencanaan jangka panjang, Kegiatan peramalan usaha, perencanaan jumlah produk dan penjualan, perencanaan produksi, perencanaan kebutuhan bahan, dan perencanaan finansial.

2. Perencanaan jangka menengah, Perencanaan kebutuhan kapasitas, perencanaan kebutuhan material, jadwal induk produksi, dan perencanaan kebutuhan distribusi.

3. Perencanaan jangka pendek, Kegiatan penjadwalan perakitan produk akhir, perencanaan dan pengendalian input-output, pengendalian kegiatan produksi, perencanaan dan pengendalian purchase, dan manajemen proyek .

Perencanaan & pengendalian produksi yang dilakukan adalah mencakup beberapa aktivitas sebagai berikut :

  1. Peramalan kuantitas permintaan
  2. Perencanaan persediaan: jenis, jumlah, dan waktu
  3. Perencanaan kapasitas (Menyusun Rencana Agregat) tenaga kerja, mesin, fasilitas untuk penyesuaian permintaan dengan kapasitas. Rencana agregat bertujuan untuk membuat skenario pembebanan kerja untuk mesin dan tenaga kerja (reguler, lembur, subkontrak) secara optimal untuk keseluruhan produk dan sumber daya secra terpadu (tidak per produk).
  4. Membuat jadwal induk produksi (JIP). JIP adalah suatu rencana terperinci mengenenai “apa & berapa unit” yang harus diproduksi pada suatu periode tertentu untuk setiap item produksi. JIP dibuat dengan cara (salah satunya) memecah (disagregat) rencana agregat ke dalam rencana produksi (apa, kapan, berapa) yang akan direalisasikan.
  5. Perencanaan pembelian/pengadaan: jenis, jumlah, dan waktu
  6. Penjadwalan pada mesin & fasilitas produksi. Penjadwalan ini meliputi unrutan pengerjaan, waktu penyelesaian pesanan, kebutuhan waktu penyelesaian, prioritas pengerjaan, dsb.
  7. Monitoring aktivitas produksi
  8. Pelaporan dan pendataan

 

Rate this post

Tag:

Bagikan:

Request Presentation

Agenda Terdekat Productivity Quality




Layanan Kalibrasi

Download Jadwal Training 2023

Proxsis TV

[yikes-mailchimp form=”1″]

Butuh Bantuan?