Yuk, Kenali Jenis Perancah dan Fungsinya

Bagi orang-orang yang bekerja di lokasi proyek atau pembangunan gedung, mungkin sering mendengarkan kata perancah. Namun, banyak juga masyarakat yang belum mengetahui apa itu perancah dan apa saja jenis perancah. Mungkin kita lebih sering mendengarkan kata scaffolding atau steger.

Jenis Perancah dan Fungsinya

Secara bahasa, scaffolding juga dapat diartikan sebagai perancah. Namun, pada kondisi di lapangan, kata scaffolding seringkali lebih dikhususkan pada platform atau penyokong sementara yang terbuat dari pipa besi. Sedangkan perancah biasanya berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. Di beberapa negara Asia seperti RRC dan Indonesia, bambu masih digunakan sebagai perancah.

Lalu, apa itu perancah?

Pengertian Perancah

Menurut Peraturan Menakertrans No. 1 Per/Men/1980 tentang Keselamatan Kerja dan Konstruksi Bangunan, perancah (scaffold) adalah bangunan peralatan yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan, dan alat-alat pada pekerjaan konstruksi bangunan. Perancah juga bisa disebut sebagai alat bantu konstruksi pada pekerjaan bangunan gedung. Alat ini dibuat apabila pekerjaan bangunan gedung sudah mencapai ketinggian 2 meter dan tidak dapat dijangkau oleh pekerja.

Fungsi Perancah

Kebutuhan akan perancah dalam kegiatan membangun terutama sebuah konstruksi bangunan bertingkat atau gedung sangatlah penting karena perancah berfungsi untuk menyangga beban, baik manusia maupun material pada saat melakukan pengerjaan bangunan. Serta berfungsi sebagai jalan para pekerja konstruksi dalam melakukan pekerjaannya.

Nah, apa saja jenis perancah itu?

Jenis – Jenis Perancah yang Biasa Digunakan :

  1. Perancah Andang

Di Indonesia, perancah andang biasanya digunakan pada pekerjaan yang tingginya mencapai 2,5 – 3 meter. Jika tinggi sudah melampaui, maka tidak akan digunakan lagi. Beberapa macam perancah andang di antaranya, yaitu : andang kayu, andang bambu, dan perancah besi.

  1. Perancah Tiang

Perancah ini merupakan perancah yang biasa digunakan apabila pekerjaan telah mencapai di atas 3 meter. Perancah tiang dapat dibuat sampai dengan ketinggian 20 meter lebih, sesuai keutuhan masing-masing.

Macam-macam perancah tiang diantaranya, yaitu : tiang bambu, bambu dengan konsol dari besi, dan tiang besi atau pipa.

a.    Perancah Tiang Bambu

Pada dasarnya, perancah bambu banyak digunakan oleh para pekerja lapangan, baik bangunan bertingkat maupun bangunan biasa. Alasan memakainya adalah:

  1. Bambu lebih mudah didapat, kuat, dan juga murah.
  2. Pemasangan perancah bambu mudah dibongkar dan bisa dipasang kembali tanpa merusak bambu tersebut.
  3. Bahan pengikatnya pakai tali ijuk.

b.    Perancah Bambu dengan Konsol Besi

Sistem perancah dengan konsol besi hanya ditahan oleh satu tiang bembu saja, berbeda dengan perancah tiang. Keuntungan menggunakan perancah ini adalah:

  1. Tidak terlalu banyak bambu yang diperlukan.
  2. Cara pemasangannya lebih cepat dari pada perancah bambu.
  3. Lebih praktis dan menghemat tempat.
  4. Pemasangan konsol bisa dipindah dari tingkat q ke tingkat yang ada di atasnya.
  5. Untuk tiang bambu tak perlu dipotong.

c.    Perancah Tiang Besi atau Pipa

Alat ini lebih cepat perancangannya dari pada perancah bambu, dengan memakai kopling untuk penyambungannya.

  1. Perancah Besi Beroda

Perancah besi beroda ini terbuat dari pipa galvanis. Perancah ini dapat dipasang di dalam ruangan ataupun di lapangan. Roda berfungsi untuk memudahkan perpindahan perancah, ini juga agak berbeda dengan yang lain karena setiap bagian-bagian perancah ini sudah terbentuk kusen sehingga pemasangan bisa dilakukan secara mudah.

Artikel terkait

10 Langkah Memeriksa Perancah Secara Visual

Cara Pemasangan Scaffolding dan Pembongkarannya

Cara Menghitung Kebutuhan Scaffolding Dengan Tepat

  1. Perancah Besi tanpa Roda

Perancah ini terdiri dari kumpulan kaki pipa berulir, kusen bangunan, penguat vertikal, tiang sandaran, sambungan pasak, papan panggung, tiang sandaran, penggung datar, penutup sandaran, penopang, konsol menyambung dan keluar, pinggiran tangga, dan lain-lain.

  1. Perancah Menggantung

Perancah ini biasa digunakan untuk pekerja yang sedang memasang internit, finishing, pengecatan, plat beton, dan lain-lain. Oleh karena itu, perancah ini hanya digunakan untuk pekerjaan atas saja,  digantung dengan rantai besi atau tali.

  1. Perancah Frame

Ini merupakan perancah baru, terbuat dari pipa atau tabung logam. Perancah ini bisa disusun sedemikian rupa menjadi satu kesatuan hingga ketinggian tertentu yang biasa digunakan sebagai alat penopang para pekerja dalam kegiatan konstruksi tinggi.

  1. Perancah Dolken

Merupakan perancah yang berbahan kayu dolken. Kayu bulat atau dolken biasanya digunakan untuk tiang-tiang perancah dan ukuran yang biasanya digunakan adalah berdiameter 6 – 10 cm.

 

Sumber: oilandgasmanagement.net dan kumpulengineer