ISO 9001 dalam Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Persyaratan sistem mutu ISO 9001 dirancang untuk mengakomodasi audit internal dan eksternal sistem mutu yang berjalan setidaknya setahun sekali untuk menjaga integritas Sistem Manajemen Mutu.

Di era New Normal perlu kita melakukan mengenai protokol kesehatan agar produktivitas kerja dapat terjaga. Dengan penerapan 10 elemen ISO 9001:2015 diharapkan dapat tetap meningkatkan kualitas dan layanan pelanggan terutama untuk penyedia layanan kesehatan atau supplier alat kesehatan yang sangat diperlukan dalam masa Covid saat ini.

Terkait penyebaran coronavirus (Covid-19), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi panduan baru. Hal ini dilakukan untuk menanggapi laporan dari para peneliti awal pekan ini yang menegaskan bahwa Covid-19 menyebar dari udara.

Dalam panduan transmisi terbarunya, WHO setuju bahwa beberapa laporan yang berkaitan dengan kondisi ramai di dalam ruangan memungkinkan adanya transmisi. Misalnya dalam ruangan di mana latihan paduan suara dilakukan, di restoran atau di kelas kebugaran.

Pedoman baru menyarankan orang agar “harus menghindari keramaian” dan “memastikan ventilasi yang baik di gedung”. Masker juga wajib dipakai. Menurut salah seorang peneliti yang ikut menandatangani surat ke WHO, ini adalah langkah yang benar.

Untuk itu diperlukan kerangka perencanaan yang tepat dalam mereview kembali Tata kelola sistem manajemen mutu ISO 9001 di organisasi masing masing mulai dari peninjauan  kembali terhadap kebijakan – sasaran – identifikasi risiko peluang – prosedur dan penerapan sistem manajemen mutu agar konsisten di masa New Normal dengan protokol kesehatan yang sesuai standar WHO .

Berikut Pelatihan Awareness ISO 9001:2015 denagn metode ILDL yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.


Informasi lebih lanjut terkait Pelatihan ISO 9001:2015 atau pelatihan topik lainnya, silahkan hubungi kontak tertera dibawah :
YANTI  | 08111798353[email protected]

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200710062431-37-171609/alert-akui-corona-menyebar-di-udara-ini-panduan-baru-who